Pages

Thursday, 19 May 2011

Sebuah teatrikal namun nyata bagiku: DUNIA

Walau bagai sebutir garam di samudera dunia, aku ingin berguna baginya
Walau bagai seberkas cahaya lilin kecil, namun aku ingin meneranginya

Wahai dunia ambillah nyawaku, dan telanlah tubuhku jika itu memang dapat membuatmu lebih baik, walau hanya sedetik

Bagaikan embun pagi yang menetes jatuh di pucuk daun bunga peoni nan indah, aku pun begitu, hasrat diri, ingin memberikan kesejukan di setiap hembusan nafasku

Perjalanan ini begitu melelahkan, entah sudah berapa kali aku datang dan pergi, meski begitu, engkau selalu menerimaku wahai dunia.
Air meninggi, udara menipis, hutan menangis, namun engkau tetaplah dunia

Hari ini begitu dingin, tetap dingin hingga sang surya membuka matanya, saat ayam-ayam jantan terbangun dan berkokok

Wahai dunia kau sangatlah bijaksana, saat tubuhmu terkoyak, kau tak menyalak, kau tetaplah dunia. Maka sekali lagi kutawarkan, diriku ini untukmu DUNIA

follow Twitter @Shin_kumara