Pages

Monday, 15 August 2011

MUNGKIN SEPELE, tapi BAGIKU INI BERARTI

Seringkali aku berpikir dan bergumul dengan pikiranku sendiri, banyak orang yang pernah aku temui, mereka memiliki ilmu yang luar biasa, kharismanya mungkin yang begitu terasa, mereka banyak memberiku motivasi, masukan, dan pengetahuan-pengetahuan baru yang membuatku tergerak dan terbuka pikirannya. Saat-saat itu begitu luar biasa dan menyenangkan. Kehebatan dan kecerdikan mereka dalam menyampaikan sesuatu, juga cara berkomunikasinya yang membuatku nyaman.


Tetapi terkadang aku merasa ada kesemuan, entah ada yang salah atau aku yang salah. Semangat, motivasi, dan perasaan senang itu berubah maknanya di suatu waktu, di saatku sendiri dan merenung. Di lain pihak, ada seorang temanku dengan kepolosan yang ia miliki, bertanya: ”boleh gak gue liat? gue gak bisa nih.......”

Lalu kubilang: ”ya, santai ja, kalau mau liat, ya liat aja. Dia bilang dengan polosnya: ”ya gue gak mau liat, kalau gak dapat ijin dari yang punya. Soalnya gue mau semuanya senang dan ikhlas.”

Sejenak dalam hatiku, “wow, apa yang ia katakan sungguh membuatku merasa.... aneh.......” Tapi yang membuatku tersadar adalah entah perasaan yang menyejukkan apa yang hadir dalam diriku. Ternyata ia tidak hanya omong saja, tapi benar-benar memegang prinsipnya, saat kuperhatikan orang di sebelahnya tidak mengijinkan ia untuk mencontek, ia sama sekali tidak ada usaha untuk mencontek pada orang tersebut.

Kukira tadinya ia hanya basa-basi saja denganku bicara begitu. Setelah tahu lebih banyak tentangnya sungguh luar biasa, aku banyak belajar tentang kepolosan dan kejujurannya. Tidak hanya itu saja, dia banyak memberikanku pembelajaran dari tingkah laku dan ucapannya secara tidak langsung. Mungkin bagi orang lain ini sepele, tapi bagiku ini berarti.

Di lain hari, temanku ini bercerita bahwa ia memiliki 2 buah KTP, seketika orang yg disampingku berkata dan menyarankan buat kartu kredit aja, trus kabur, kan KTP nya ada 2. Terus temanku bilang: ”ah... lu ngajarin gue yang gak bener aja, gw di jakarta mau jadi orang bener tau.....”
“ah... dasar munafik”, kata orang di depannya.

Orang lain berkata munafik, tapi aku memandangnya sebagai suatu perkataan sederhana yang mengandung makna yang dalam. Ya, sekali lagi kukatakan, mungkin ada yang menganggap ini sepele tetapi bagiku ini berarti.

Ternyata banyak hal-hal di dunia ini yang sederhana namun itulah arti hidup sebenarnya. Memegang dan melakukan apa yang menjadi nilai dan kepercayaan dalam diri kita. Melakukan hal-hal mendasar yang kita bisa dengan benar.

Terus berjuang mengembangkan diri, dengan sendirinya hal-hal luar biasa datang menghampiri kita. Kutanyakan pada diriku sendiri: “mau menjadi manusia seperti apa aku?”

“Manusia seperti apa dirimu menentukan apa yang kau capai dan bukan sebaliknya”.

By. Khristian
Twitter @Shin_kumara


1 comment:

Alfan Alfyan Alrifa'i Albantani said...

Yoi man,,, lanjutkan. salam kenal dan kunjungan balik nya yach.... di Alfan DX