Pages

Thursday, 30 September 2010

AKU, PERENUNGAN,CINTA, dan JEPANG

Jepang merupakan negeri yang sungguh luar biasa, tekhnologinya yang canggih dan modern, pemandangan alamnya yang begitu indah. Terlebih lagi ialah filosofis sejarah yang dimiliki negeri sakura ini.

Bagaimana negeri ini dapat bangkit dan menjadi salah satu negara yang paling maju di dunia pasca hancurnya 2 kota penting, yaitu nagasaki dan hiroshima akibat serangan bom atom tentara sekutu.


Lihatlah perjuangan rakyat jepang untuk membangun negerinya kembali, tidak hanya sekedar bangkit, tetapi menjadi negara yang lebih maju, lebih dahsyat.

Di saat-saat sulit, mereka menemukan solusi untuk masalah tersebut, kesedihan mereka tidak begitu saja, namun kini semua menjadi suatu kebanggaan, suatu keheroikan yang nyata

Berapa kali negeri matahari terbit ini diterpa tsunami? Berapa kali negeri ini dilanda gempa? Apa mereka pasrah menerima begitu saja? Apakah mereka terpuruk? Tidak!

Mereka saling membantu, berpikir mencari pemecahan masalah, mereka bertindak untuk mengatasi semua masalah tersebut.

Cinta. Itulah kata yang tepat untuk mengungkapkan semuanya, karena cinta membuat bersemangat, karena cinta membuat gairah, karena mereka cinta jepang. Ya, itulah cinta.

Lalu bagaimana dengan budayanya? Luar biasa!
Itu tumbuh dalam pikiran manusianya, itu terpancar dari sikap hidup dan keseharian mereka, sebuah karakter masyarakat jepang yang membedakan mereka dari penduduk dunia lainnya.

“lebih baik mati daripada menanggung malu”
Begitulah prinsip yang berlaku disana. Harakiri, bunuh diri dengan menusuk perut bagian kiri menjadi budaya.

Terlepas dari unsur keputusasaan, budaya itu menunjukkan betapa mereka sangat menjunjung tinggi harga diri.

Disana orang berbelanja di atas pukul 8 malam, mengapa? Sebab pada jam-jam tersebut hampir semua mall memberlakukan diskon. Mereka benar-benar memanfaatkan kemudahan tersebut.

Prinsip ekonomis para pemburu diskon ini memang luar biasa, setidaknya mereka dapat berhemat, mengingat biaya hidup di jepang memang yang termahal dibanding negara-negara lain, bahkan USA atau EROPA sekalipun.

Sebagai orang timur, sikap sopan santun memang terkesan lumrah. Tetapi di jepang lebih berbobot. Seperti rasa hormat yang tinggi, hormat kepada orang yang lebih tua.

Semangat mengabdi yang begitu besar. Tidak hanya itu, apabila ada kesalahan sedikit saja, secara refleks kata maaf akan terucap, baik ia memang bersalah maupun tidak.

Dari sini pelajaran yang dapat kuperoleh adalah bahwa kemampuan diri, sumber daya yang ada pada manusia sangatlah penting. Karena dengan kekuatan, semangat, dan keahlian manusia, dapat lahir suatu hasil yang mengagumkan, bermanfaat.

Kepintaran dan kecerdasan otak saja tidaklah cukup membuat sebuah bangsa menjadi komunitas terdidik, komunitas berkualitas, justru sikap dan prinsip hidup sederhana itu yang bisa mengantarkan suatu negara menjadi bangsa yang besar dan berperadaban.

follow on twitter@Shin_kumara
facebook :khristian_chandra@yahoo.com

2 comments:

hamz said...

Artikelnya sudah bagus sobat. coba anda pakai pasilitas read more supaya tidak menjuntai ke bawah. itu akan menyulitkan pembaca....

khristian swandy chandra said...

@hamz thanks atas masukannya akan saya coba