Pages

Thursday, 25 June 2009

Ada Negro di Lift

Belum lama ini di amerika tepatnya di Atlantic City, seorang wanita memenangkan satu keranjang koin dari mesin judi. Kemudian wanita tersebut merencanakan untuk makan malam bersama suaminya, namun sebelum itu ia ingin menyimpan koin-koin tersebut di kamarnya. Maka ia pun menuju lift.


Saat ia masuk lift sudah ada 2 orang hitam di dalamnya. Salah satunya sangat tinggi dan besar. Wanita itu terpana, ia berpikir “dua orang ini pasti mau merampokku.” Tapi pikirnya lagi “jangan menuduh, sepertinya mereka orang baik-baik.”

Tapi rasa rasialnya lebih besar sehingga ketakutan mulai menghantuinya. Wanita tersebut berdiri sambil memelototi kedua orang tersebut. Dia sangat ketakutan dan malu. Ia berharap keduanya tidak dapat membaca pikirannya

Untuk menghindari kontak mata, ia berbalik menghadap pintu lift yang mulai tertutup.sedetik…dua detik….., ketakutannya bertambah! Lift tidak bergerak! Ia semakin panik! Ya tuhan, saya terperangkap dan mereka akan merampok saya, jantungnya berdebar, keringat dingin mulai bercucuran.

Lalu salah satu dari mereka berkata, “Hit The Floor”(tekan lantainya).
Saking paniknya, wanita tersebut tiarap di lantai lift dan membuat koin berhamburan dari keranjangnya. Dia berdoa, ambillah uang saya dan biarkanlah saya hidup.

Beberapa detik berlalu. Kemudian dia mendengar salah seorang berkata dengan sopan, “bu, kalau anda mau mengatakan lantai berapa yang anda tuju, kami akan menekan tombolnya.”

Pria tersebut agak kesulitan untuk mengucapkan kata-katanya karena menahan diri untuk tertawa.

Wanita tersebut mengangkat kepala dan melihat kedua orang itu. Mereka pun menolong wanita tersebut bangun.

“tadi saya menyuruh teman saya untuk menekan tombol lift,” kata seorang yang bertubuh sedang. Ia merapatkan bibirnya berusaha untuk tidak tertawa.

Wanita itu berpikir, “ya Tuhan, betapa malunya saya, bagaimana saya harus meminta maaf kepada mereka karena saya menyangka mereka akan merampokku. Mereka bertiga mengumpulkan koin-koinnya kembali ke dalam keranjangnya. Ketika lift tiba di lantai yang dituju wanita tersebut, mereka berniat untuk mengantar wanita itu ke kamarnya karena mereka khawatir wanita itu tidak kuat berjalan di sepanjang koridor. Sesampainya di depan pintu kamar, kedua pria itu mengucapkan selamat malam, dan wanita itu mendengar kedua pria itu tertawa sepuas-puasnya sepanjang jalan menuju lift.
Wanita itu kemudian berdandan dan menemui suaminya untuk makan malam.

Esok paginya bunga mawar dikirim ke kamar wanita itu, dan di setiap kuntum mawar tersebut terdapat lipatan uang sepuluh dolar.

Pada kartunya tertulis:

“terima kasih atas tawa terbaik yang pernah kita lakukan selama ini.”

Tertanda:
EDDIE MURPHY & MICHAEL JORDAN
(Eddie Murphy adalah bintang film hollywood, dan Michael Jordan adalah bintang NBA)

No comments: