Pages

Tuesday, 2 December 2008

Tuntunan hidup

JANGAN DIBACA!!!

JUDULNYA KONTROVERSIAL YA? MARI KITA IKUTI PEMBAHASANNYA, UNTUK TAHU MARI DIBACA!!!


MENUNTUN DIRI MENUJU BERKAH UTAMA
Banyak dari kita yang berbeda pendapat mengenai berkah, yang diharapkan membawa keselamatan, menjadikan hidup lebih sempurna, bahagia, senang, dan lengkap.

Seolah-olah berkah hanya berasal dari pemberian, apakah hal itu benar?


Dan sebenarnya apakah yang dimaksud dengan berkah?

Berkah yang kita terima tidak semata-mata hanya karena pemberian, tetapi adalah akibat dari perbuatan kita(sesuatu yang kita usahakan).

Yang menjadi kebiasaan dan mendarah daging dalam tubuh serta jiwa manusia sehingga merasakan manfaat yang positif. Itulah berkah utama.

Lalu bilamana kita mendapatkan berkah utama?
Saat kita mengusahakannya.

Sudahkah saat ini “saya” memperolehnya?
Tergantung persepsi kalian tentang berkah itu.

Tetapi sesungguhnya dengan mengusahakan hal-hal seperti:
1. bergaul dengan orang bijaksana
Siapa sajakah yang bijaksana? Coba kita resapi, bayangkan dan dengarkan kata hati kita masing-masing.

Semua orang adalah bijaksana dalam kapasitasnya masing-masing, dan dalam hal-hal tertentu. Misalkan seorang guru bijak dalam hal memberikan pelajaran yang baik bagi murid-muridnya, akan tetapi belum tentu bijak dalam menentukan arah tujuan masa depan murid-muridnya.

Atau, seorang CEO sebuah perusahaan, bijak dalam pengambilan keputusan yang terbaik untuk kemajuan perusahaan di masa yang akan datang, tetapi belum tentu bijak dalam memutuskan jenis makanan apa yang baik bagi dirinya.

Alangkah baiknya jika kita dapat menentukan arah tujuan hidup kita, rencanakan, laksanakan, dan bergaulah dengan orang-orang yang memiliki visi dan misi yang sama, bergabunglah dengan komunitas yang mendukung kita.

Sehingga dapat saling berbagi, mendukung, memotivasi, memperlancar kehidupan kita.

Orang-orang tersebut bisa memberitahukan kelebihan kita

Menurutku , bergaul dengan orang bijaksana juga dapat diartikan dengan bertanya atau membahas sesuatu dengan orang yang tepat, yang memiliki kapasitas dalam hal-hal tertentu yang diperlukan.

Ya, kita harus fleksibel, jadilah yang memang diri kita sesungguhnya dengan terus mau dan berusaha untuk berkembang.

Setujukah kalian dengan pandangan saya yang menyatakan bahwa:
“seekor burung kecil yang hidup dan berkembang di dalam komunitas ayam, kelak dewasa akan menjadi ayam walaupun dirinya adalah seekor burung elang”

“tetapi apabila burung kecil itu hidup dan berkembang di dalam komunitas elang, kelak dewasa akan menjadi seekor burung yang tangguh, dengan penglihatan tajam, serta dapat melanglang buana di angkasa”.

Seperti perkataan yang pernah dilontarkan seorang teman saya bahwa:
Dengan siapa dan apa paling banyak kita menghabiskan waktu untuknya, itulah masa depan kita.

Marilah kita meninjau ulang, sudahkah kita berada di tempat dan jalur yang tepat?

2. menghormati mereka yang patut dihormati
Adakah yang tidak patut dihormati?
Ya, ada.

Misal, seorang yang mencuri/mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain, patutkah kita hormati? Tidak.

Tetapi bukan berarti pula membencinya, justru kita harus kasihan, mengapa ia dapat berbuat seperti itu, dan menjadi instropeksi terhadap diri sendiri.

Kita tentu membenci perbuatannya, bukan orangnya, SETUJU apa SETUJU?

Tentunya kita sebagai manusia yang berbudi dengan cara pandang yang sederhana pun dapat mengatahui siapa saja mereka yang patut kita hormati.

3. menuntun diri ke arah yang benar
Menghindari perbuatan-perbuatan tercela, hina, tidak sesuai ajaran agama, norma dan hukum yang berlaku merupakan tindakan ke arah yang benar.

Banyak berbuat baik, berpikir positif, membantu orang lain, melakukan hal yang benar juga termasuk di dalamnya.

4. memiliki pengetahuan dan keterampilan
Kembangkanlah mental yang ingin tahu dan mau terus belajar sehingga kita akan berusaha untuk mencari tahu.

Akhirnya, kita banyak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi diri sendiri, serta bagi lingkungan sekitar kita.

Sungguh sangat berguna, sungguh sangat bermanfaat orang yang memiliki banyak pegetahuan dan keterampilan.

5. ramah tamah dalam ucapan
Terlatih baik dalam tata susila, sopan santun berbicara, hindari mencela, berkata kasar, gunakan ucapan untuk berbicara jujur, tepat guna sesuai dengan kondisi yang ada.

Kalau aku berada di antara keadaan harus berbohong atau jujur, lebih baik diam.

6. pekerjaan yang bebas dari keruwetan
Tidak ada satu pekerjaan pun yang mudah, ya begitulah keadaan zaman sekarang ini.

Tetapi yang dimaksudkan di sini adalah bukan pekerjaan ruwet yang dalam arti mengundang kejelian, kekreatifan, kepintaran kita yang harus dihindari, hal-hal seperti itu memang sudah sepantasnya dilakukan pada pekerjaan kita.

Carilah pekerjaan yang sesuai dengan ketrampilan, serta kemampuan kita.

Dan yang paling penting pekerjaan tersebut menghasilkan, kita senangi, kita tekuni, serta diakui banyak orang pada akhirnya.

7. berdana dan hidup sesuai ajaran agama
“orang yang paling baik adalah orang yang banyak memberikan mafaat bagi orang lain”.

Dalam memberikan manfaat bagi orang lain tidaklah terlalu perlu untuk melakukan hal yang besar, cukuplah dengan berdana.

Berdana juga harus disesuaikan dengan kesanggupan diri. Berdana banyak bentuknya, tidak hanya terpaku terhadap pemberian uang kepada orang lain yang membutuhkan saja.

Berdana bisa berupa bentuk sumbangan waktu kita, tenaga kita dan lain-lain. Misalnya kita membantu orang tua dengan belajar yang giat, menghibur teman kita yang sedang bersedih, kerja bakti.

Masih banyak contoh lainnya. Dengan ketulusan diri kita dalam berdana akan memberikan manfaat yang lebih, baik bagi orang lain maupun diri kita sendiri.

Selanjutnya hiduplah sesuai dengan ajaran agama masing-masing agar hidup kita terarah dan sejahtera.

8. menghindari perbuatan jahat
Kejahatan tidak akan memberi hal-hal yang positif, tetapi hal-hal yang negatif.

Cobalah renungi. Apa manfaat dari kejahatan? Jauh lebih bagus sucikan hati dan pikiran, banyak perbuat kebaikan.

Aku percaya kebaikan sekecil apapun akan berguna , dan aku percaya kejahatan sekecil apaun akan membawa ketidakberuntungan.

9. tekun berdoa
Berdoa adalah wujud dari harapan dan pendekatan kita pada “Yang Mutlak”. Hidup kita di dunia ini tidaklah kekal.

Dengan tekun berdoa akan lebih menimbulkan kebahagiaan karena kita sadar akan “Yang Mutlak” serta tetap rendah hati.

10. selalu hormat dan rendah hati
Hormat berarti juga menghargai dengan tulus. Rendah hati, mengerti bila diperingatkan, tidak menonjolkan keunggulan serta kelemahan diri kita secara berlebihan.

Rendah hati bukan berarti rendah diri yang cenderung kepada pola pikir yang pesimistis juga ketidaksanggupan diri.

Sungguh menyedihkan orang yang rendah diri, tetapi sungguh membahagiakan orang yang rendah hati.

11. merasa puas dan berterima kasih
Puas bermakna dapat menahan keserakahan, bukan seperti puas akibat keinginan yang berlebihan.

Merasa puas tanpa menghentikan usaha kita untuk menggapai yang kita inginkan.

Selalu berterima kasih, memanjatkan rasa syukur, sadar akan diri menghargai orang lain.

12. sabar, bersemangat
Pengendalian diri, dapat menahan amarah merupakan sikap yang terpuji. Bersemangat untuk menjalani hidup, penuh energi, tak kenal lelah, serta mampu bangkit dari keterpurukan.

13. tiada susah
Easy going. Jangan persulit diri, buat segalanya menjadi rileks dan dapat kita jalani dengan senang hati.

14. penuh damai
Seimbang batinnya, tidak sedih, juga tidak terlalu gembira. Menghindari pertikaian selau menggalang persatuan.

Kita akan aman berjalan kemanapun juga, akan bahagia hidupnya, tidak terlalu bergantung kepada orang lain.

Itulah yang dimaksud dengan berkah utama.

No comments: